Well, hari ini gue mau nunjukin contoh Just Dreaming or Fanfiction atau bisa dibilang buat ini namanya OneShoot ( kayak Cerpen gitu ). Bimsalabim ini JD gue, please dengan sepenuh hati gue supaya jangan ngecopy JD gue. kalo copy Izin dan cantumin sumbernya. Karena ini JD kesayangan gue, jadi tolong hargain gue. Oh ya for your information. Ini adalah Bieber's OneShoot!! Selamat menikmati kawan!!
Tittle : Mysetry of Telescope
Cast : Justin Bieber, Demmi Lovato, Selena Gomez, Logan Lerman.
Genre : Horror and random
" Selena, dimana kau?," gumam Logan sembari memutar - mutar kepalanya mencari Selena.
Logan terus memainkan korek api yang ada ditanganya. Peraasanya sangat tak menentu, serasa hidupnya tinggal hari ini saja.
Setelah 20 menit ia menunggu Selena, akhirnya pun gadis itu muncul dengan sebotol minyak gas di tanganya.
" Kau lama sekali!," ketus Logan
" Maafkan aku, Logan. Sekarang asrama gadis terlalu ketat. Jadi aku susah untuk ijin keluar." jelas Selena
" Akh.. Sudahlah. Sebaiknya kita pergi sekarang, sebelum ada nyawa yang hilang lagi." kata Logan
-Flashback ON-
Semua siswa kini telah berkumpul di aula asrama. Mata mereka semua tak henti - hentinya meneteskan air mata, termaksuk Demmi. Ia tak kuasanya menangis kehilangan guru yang paling ia sayangi. Guru itu adalah Mr. Thomas ( guru biologi ). Mr. Thomas meninggal secara tidak wajar, tak ada yang tahu penyebabnya. Hanya saja Mr. Thomas meninggal tepat di bawah Teleskop kesayanganya.
" Demmi," panggil seorang pria dari belakang Demmi.
" Aku ingin sendirian." jawab Demmi
" Kumohon kau jangan menangis." pinta laki-laki itu sembari menyeka air mata Demmi.
" Kenapa Mr. Thomas harus meninggal?," tanya Demmi dengan nada tangisnya.
" Aku tak tahu. Hanya Tuhan yang tahu." jawab Justin
" Sebaiknya kau masuk ke asrama, ya.." timpal Justin sambil menggadeng tangan Demmi.
" Demmi, sore hari nani temui aku di tempat biasanya, ya.." ujar Justin sembari mengedipkan salah satu matanya.
" Ya tentunya, Just." jawab Demmi yang kemudian masuk ke dalam asrama.
Next»»
Sore harinya, Demmi telah terduduk di padang rumput yang luas itu. Seperti biasanya, Justin pasti telat.
" Hi, Demmi." sapa Justin
" Dasar jam karet." gerutu Demmi.
" Bagaimana perasaanmu saat ini?," tanya Justin.
" Ehmm. Lumayan membaik," jawab Demmi
" Demmi, ada yang ingin aku bicarakan padamu." ujar Justin yang kemudian mengarahkan matanya pada Demmi
" Apa?," tanya Demmi
Justin pun hanya diam dan memajukan wajahnya ke wajah Demmi.
" Astaga, kenapa jantungku berdetang kecang sekali." batin Demmi yang malah terdiam beku.
Kini mereka lebih dekat, seakan mereka sendir bisa mendengar detak jantung mereka.
" Hei, lihatlah langit itu indah sekali." sahut Demmi yang berusaha mengacaukan semuanya.
" Wow.. Lang..it itu indah sekali." gumam Justin yang masih sedikit gemetar.
" Kumohon jangan lakukan hal itu lagi." pinta Demmi yang membuat Justin merasa bersalah.
" Maafkan aku." sesal Justin
" Hei!!! Lihatlah ada meteor di langit!!," sahut Justin dengan girang.
" Mana meteornya?," pikir Demmi sembari mencari meteor yang dibilang Justin.
" Tidak ada meteor, Justin." jawab Demmi.
" Itu!!," kata Justin sembari menunjuk kelangit yang sebenarnya juga tak ada meteor.
" Tak ada." ketus Demmi.
" Ayo ikut aku atap sekolah!!," ajak Justin
" Untuk apa?," tanya Demmi
" Untuk melihat meteor itu dengan teleskop Mr. Thomas." jawab Justin dengan menaikan nada bicaranya.
"Aku tak mau!!," jawab Demmi
" Kau harus ikut, Demmi!!!," bentak Justin.
Tak biasanya Justin membentak Demmi. Kali ini ia terus mencengkram tangan Demmi dan menariknya ke atas atap sekolah. Ia terlihat seperti bukan dirinya sendiri, bahkan bisa di bilang ia seperti hewan buas.
" Justin, lepaskan aku!!," gertak Demmi
" Aku tak akan melepaskanmu sebelum kau melihat meteor itu!," bentak Justin
" Dasar sinting!," ketus Demmi dengan tatapan sinisnya
Setelah mereka berdua telah berada di atap sekolah. Justin segera mengambil teropong itu dan mulai mengunakan teropong itu. Justin makin kegirangaan dengan teleskopnya.
" Meteor ini sangat keren sekali!!," teriak Justin.
" Justin kita harus pulang."ajak Demmi
" Akh!! Pergi kau!!," bentak Justin sembari mendorong tubuh Demmi ke bawah.
" KAU SUDAH GILA, JUSTIN!!," teriak Demmi sambil melangkahkan kakinya pergi.
Anehnya jika Demmi marah pasti Justin akan mengikutinya. Tapi kali ini berbeda, Justin sama sekali tak megikuti Demmi.
Skip»»
Duka kembali menyelubung di pikiran siswa-siswi. Berita kematian Justin sangat menyakitkan semua orang, terutama Demmi.
Demmi kini sangat terpuruk, orang yang ia sayangi meninggal dengan teragis. Tentunya ia sangat bingung, kemarin ia baru saja bertemu dengan Justin dan sekarang Justin sudah meninggal.
" Apa semua ini ada hubunganya dengan teleskop dan meteor itu?," batin Demmi.
Demmi pun dengan sekuat tenaga segera berlari ke atap sekolah.
Sesampainya di atap sekolah, ia segera mengawasi langit. Dan ternyata langit kini telah penuh dengan meteor.
Dengan gugup pun Demmi segera meraih teleskop yang ada di depanya.
" Aku sudah siap. Maafkan aku ya,, Tuhan" batin Demmi sembari melihat langit dari teleskop.
Mata Demmi kini membuka lebar, ia sangat kaget dengan yang ia lihat. Bukanya meteor yang ia lihat melainkan arwah - arwah yang telah wafat. Dan kini Demmi tahu kalau meteor yang ia lihat bukanlah meteor melainkan arwah yang telah tewas.
Mata Demmi yang indah itu sekarang terbakar. Demmi merintih menangis namun ternyata suaranya tak keluar. Jantung dan seluruh organ tubuhnya pun seketika serasa tebakar. Tak berselang berapa menit, Demmi pun terjatuh ke taman sekolah. Ia tewas dengan menggenaskan. Semua orang hanya tahu kalau penyebab kematian Demmi adalah Depresi dan bunuh diri.
- Flashback off -
" Kau sudah siap, Selena?," bisik Logan
" Ya tentunya." jawab Logan.
Logan dengan kencang segera mengambil Teleskop kematian itu dari atap sekolah dan membawa lari ke halaman sekolah.
Awalnya semua sesuai rencana. Seusai Selena menyiram teleskop itu dengan minyak gas tiba - tiba saja Selena berubah mejadi lebih ganas ia dengan tak sadar mendorong tubuh Logan ke tanah. Logan yang mulai khawatir segera menarik tubuh Selena dan mendorongnya untuk menjahui teleskop. Dengan gemetar pun Logan mulai menghidupkan korek apinya dan membakar teleskop itu.
Saat teleskop itu terbakar, Selena pun seketika berteriak histeris. Matanya terbuka lebar dan seakan seperti ingin lepas. Logan yang melihat hal itu segera memeluk tubuh Selena. Ia khawatir akan terjadi hal aneh lagi.
" Tuhan,selamatkanlah kekasihku ini." pinta Logan dalam hatinya.
Setelah Selena sudah mulai tenang, tiba - tiba saja kobaran api dari teleskop itu mengeluarkan cahaya - cahaya terang. Dan cahaya terang itu adalah arwah yang telah meninggal setelah melihat meteor dari teleskop. Semua arwah itu tersenyum dan serantak mengucapakan kaliamat " Terimaksih ".
Logan yang sembari memeluk tubuh Selena pun hanya tersenyum dan menyaksikan kepergian arwah - arwah itu kelangit.
Cast : Justin Bieber, Demmi Lovato, Selena Gomez, Logan Lerman.
Genre : Horror and random
" Selena, dimana kau?," gumam Logan sembari memutar - mutar kepalanya mencari Selena.
Logan terus memainkan korek api yang ada ditanganya. Peraasanya sangat tak menentu, serasa hidupnya tinggal hari ini saja.
Setelah 20 menit ia menunggu Selena, akhirnya pun gadis itu muncul dengan sebotol minyak gas di tanganya.
" Kau lama sekali!," ketus Logan
" Maafkan aku, Logan. Sekarang asrama gadis terlalu ketat. Jadi aku susah untuk ijin keluar." jelas Selena
" Akh.. Sudahlah. Sebaiknya kita pergi sekarang, sebelum ada nyawa yang hilang lagi." kata Logan
-Flashback ON-
Semua siswa kini telah berkumpul di aula asrama. Mata mereka semua tak henti - hentinya meneteskan air mata, termaksuk Demmi. Ia tak kuasanya menangis kehilangan guru yang paling ia sayangi. Guru itu adalah Mr. Thomas ( guru biologi ). Mr. Thomas meninggal secara tidak wajar, tak ada yang tahu penyebabnya. Hanya saja Mr. Thomas meninggal tepat di bawah Teleskop kesayanganya.
" Demmi," panggil seorang pria dari belakang Demmi.
" Aku ingin sendirian." jawab Demmi
" Kumohon kau jangan menangis." pinta laki-laki itu sembari menyeka air mata Demmi.
" Kenapa Mr. Thomas harus meninggal?," tanya Demmi dengan nada tangisnya.
" Aku tak tahu. Hanya Tuhan yang tahu." jawab Justin
" Sebaiknya kau masuk ke asrama, ya.." timpal Justin sambil menggadeng tangan Demmi.
" Demmi, sore hari nani temui aku di tempat biasanya, ya.." ujar Justin sembari mengedipkan salah satu matanya.
" Ya tentunya, Just." jawab Demmi yang kemudian masuk ke dalam asrama.
Next»»
Sore harinya, Demmi telah terduduk di padang rumput yang luas itu. Seperti biasanya, Justin pasti telat.
" Hi, Demmi." sapa Justin
" Dasar jam karet." gerutu Demmi.
" Bagaimana perasaanmu saat ini?," tanya Justin.
" Ehmm. Lumayan membaik," jawab Demmi
" Demmi, ada yang ingin aku bicarakan padamu." ujar Justin yang kemudian mengarahkan matanya pada Demmi
" Apa?," tanya Demmi
Justin pun hanya diam dan memajukan wajahnya ke wajah Demmi.
" Astaga, kenapa jantungku berdetang kecang sekali." batin Demmi yang malah terdiam beku.
Kini mereka lebih dekat, seakan mereka sendir bisa mendengar detak jantung mereka.
" Hei, lihatlah langit itu indah sekali." sahut Demmi yang berusaha mengacaukan semuanya.
" Wow.. Lang..it itu indah sekali." gumam Justin yang masih sedikit gemetar.
" Kumohon jangan lakukan hal itu lagi." pinta Demmi yang membuat Justin merasa bersalah.
" Maafkan aku." sesal Justin
" Hei!!! Lihatlah ada meteor di langit!!," sahut Justin dengan girang.
" Mana meteornya?," pikir Demmi sembari mencari meteor yang dibilang Justin.
" Tidak ada meteor, Justin." jawab Demmi.
" Itu!!," kata Justin sembari menunjuk kelangit yang sebenarnya juga tak ada meteor.
" Tak ada." ketus Demmi.
" Ayo ikut aku atap sekolah!!," ajak Justin
" Untuk apa?," tanya Demmi
" Untuk melihat meteor itu dengan teleskop Mr. Thomas." jawab Justin dengan menaikan nada bicaranya.
"Aku tak mau!!," jawab Demmi
" Kau harus ikut, Demmi!!!," bentak Justin.
Tak biasanya Justin membentak Demmi. Kali ini ia terus mencengkram tangan Demmi dan menariknya ke atas atap sekolah. Ia terlihat seperti bukan dirinya sendiri, bahkan bisa di bilang ia seperti hewan buas.
" Justin, lepaskan aku!!," gertak Demmi
" Aku tak akan melepaskanmu sebelum kau melihat meteor itu!," bentak Justin
" Dasar sinting!," ketus Demmi dengan tatapan sinisnya
Setelah mereka berdua telah berada di atap sekolah. Justin segera mengambil teropong itu dan mulai mengunakan teropong itu. Justin makin kegirangaan dengan teleskopnya.
" Meteor ini sangat keren sekali!!," teriak Justin.
" Justin kita harus pulang."ajak Demmi
" Akh!! Pergi kau!!," bentak Justin sembari mendorong tubuh Demmi ke bawah.
" KAU SUDAH GILA, JUSTIN!!," teriak Demmi sambil melangkahkan kakinya pergi.
Anehnya jika Demmi marah pasti Justin akan mengikutinya. Tapi kali ini berbeda, Justin sama sekali tak megikuti Demmi.
Skip»»
Duka kembali menyelubung di pikiran siswa-siswi. Berita kematian Justin sangat menyakitkan semua orang, terutama Demmi.
Demmi kini sangat terpuruk, orang yang ia sayangi meninggal dengan teragis. Tentunya ia sangat bingung, kemarin ia baru saja bertemu dengan Justin dan sekarang Justin sudah meninggal.
" Apa semua ini ada hubunganya dengan teleskop dan meteor itu?," batin Demmi.
Demmi pun dengan sekuat tenaga segera berlari ke atap sekolah.
Sesampainya di atap sekolah, ia segera mengawasi langit. Dan ternyata langit kini telah penuh dengan meteor.
Dengan gugup pun Demmi segera meraih teleskop yang ada di depanya.
" Aku sudah siap. Maafkan aku ya,, Tuhan" batin Demmi sembari melihat langit dari teleskop.
Mata Demmi kini membuka lebar, ia sangat kaget dengan yang ia lihat. Bukanya meteor yang ia lihat melainkan arwah - arwah yang telah wafat. Dan kini Demmi tahu kalau meteor yang ia lihat bukanlah meteor melainkan arwah yang telah tewas.
Mata Demmi yang indah itu sekarang terbakar. Demmi merintih menangis namun ternyata suaranya tak keluar. Jantung dan seluruh organ tubuhnya pun seketika serasa tebakar. Tak berselang berapa menit, Demmi pun terjatuh ke taman sekolah. Ia tewas dengan menggenaskan. Semua orang hanya tahu kalau penyebab kematian Demmi adalah Depresi dan bunuh diri.
- Flashback off -
" Kau sudah siap, Selena?," bisik Logan
" Ya tentunya." jawab Logan.
Logan dengan kencang segera mengambil Teleskop kematian itu dari atap sekolah dan membawa lari ke halaman sekolah.
Awalnya semua sesuai rencana. Seusai Selena menyiram teleskop itu dengan minyak gas tiba - tiba saja Selena berubah mejadi lebih ganas ia dengan tak sadar mendorong tubuh Logan ke tanah. Logan yang mulai khawatir segera menarik tubuh Selena dan mendorongnya untuk menjahui teleskop. Dengan gemetar pun Logan mulai menghidupkan korek apinya dan membakar teleskop itu.
Saat teleskop itu terbakar, Selena pun seketika berteriak histeris. Matanya terbuka lebar dan seakan seperti ingin lepas. Logan yang melihat hal itu segera memeluk tubuh Selena. Ia khawatir akan terjadi hal aneh lagi.
" Tuhan,selamatkanlah kekasihku ini." pinta Logan dalam hatinya.
Setelah Selena sudah mulai tenang, tiba - tiba saja kobaran api dari teleskop itu mengeluarkan cahaya - cahaya terang. Dan cahaya terang itu adalah arwah yang telah meninggal setelah melihat meteor dari teleskop. Semua arwah itu tersenyum dan serantak mengucapakan kaliamat " Terimaksih ".
Logan yang sembari memeluk tubuh Selena pun hanya tersenyum dan menyaksikan kepergian arwah - arwah itu kelangit.
TAMAT!!!
what do you think guys??
Oh ya give your comment please!!
BTW ini adalah Repost dari Fansbase Kliffamily, dan disono gue jadi admin. Kalo lo mau baca JD keren, coba mampir ke Kliffamily. Karena disitu kempulnya Author yang keren - Keren!! ( kecuali gue_-)
Bye!!! Mampir ke post gue selanjutnya ya!!! :*
makasih buat kunjungannya :))
