Rabu, 16 Mei 2012

contoh fanfic


 Ini salah satu contoh FanFic buatan ane :D
 
When you come

Langkah kakiku terus melangkah disepanjang trotoar. Smpai akhirnya mobil cameron hitam berhenti disebelahku.
"Hi, Liza" sapa Josh dari dalam mobilnya.
"Hi, Josh" sapaku kembali yang memalingkan pandanganku ke arah Josh.
"Kau butuh tumpangan?".
"Hemm.. Aku pikir ya." jawabku yang setelah itu masuk ke dalam mobil Josh.

Selama didalam mobil kami banyak melontarkan lelucon. Sampai akhirnya kami sampai disekolah kami. Ya... Seperti biasanya saat kami turun dari mobil, semua perempuan disekolah kami menatap kami dengan wajah aneh.
Ini semua karena Josh adalah pria yang dikagumi banyak perempuan, mungkin saja perempuan - perempuan itu iri denganku.
"Josh, liatlah ekspresi penggemarmu itu." bisiku ke Josh.
"Haha.. Aku rasa mereka iri padamu. Karena aku adalah pria tampan dan kau gadis biasa yang bisa dekat denganku." ejek Josh yang ingin membuatku makin mual dengan perkataanya.
"Haha.. Mungkin perkataanmu itu salah.. Oh ya, dimana Skandar?." tanyaku yang ingin memalingkan pembicraan.
"Aku tidak tahu. Aku dari tadi kan bersamamu.."jawabnya singkat.

Saat aku dan Josh sedang berjalan di lorong sekolah, tiba - tiba saja aku melihat pasangan kekasih yang sedang bertengkar. Dan aku tahu siapa mereka, mereka adalah Skandar dan Libby.
"Skandar, aku harap kau tak menyesal dengan keputusanmu!." teriak Libby dengan meneteskan air mata.
"Aku tidak akan pernah menyesal dengan keputusanku, Libby." jawab Skandar yang kemudian meninggalkan Libby.

Aku dan Josh pun segera mengejar Skandar yang terlihat tidak jauh dari kami.
"Skandar!!!" panggil kami
"Ya. Hi, Luke. Hi, Liza." jawab Skandar yang menoleh ke arah kami.
"Apa yang kau lakukan dengan Libby" tanyaku.
"Hanya, memutuskan hubungan dengan gadis aneh." jawab Skandar dengan wajah riang.
" Apa kau tadi lihat Libby saat menangis?." lanjut Skandar.
" Ya, aku rasa itu hanya air mata buaya Libby." jawab Josh dengan senyum liciknya.
" Kau memang benar, Josh." aku yang mendukung ungkapan Josh.

Beberapa hari setelah kejadian itu, Libby sering sekali sinis denganku.aku tahu alasanya mengapa dia seperti itu. Alasanya adalah karena dia sirik denganku ( Skandar jauh lebih dekat denganku daripada denganya, tapi kami tidak ada hubungan yang spesial. Kami hanyalah sahabat, dan perlu yang diketahui aku hanya suka dengan Luke Benward).
"Hai, Li..za.. " sapa lelaki itu dengan gugup. Dan dia adalah Bill, pria yang terkenal kutu buku di sekolah kami.
"Hai, Bill." jawabku dengan enggan.
"A..ku..." Billl yang kemudian berlari meninggalkanku dengan berlari cepat.
"Dasar bodoh!!" batinku.

Saat aku melanjutkan perjalanku, aku bertemu dengan Josh dan Skandar.
" Hi, Josh dan Hi, Skandar." sapaku.
" Hi, Liza." sapa mereka.
" Nanti jadi ke bioskop, kan" tanyaku dengan penuh harapan.
" Maafkan kami, Liza. Tapi kali ini kami harus kerja kelompok. Kau tahu kan dikelas kami ada pengamatan pada binatang melata." jawab Skandar.
" Lalu?."
" Kami tidak bisa menonton bioskop bersamamu. Kami harus kerja kelompok". Sahut Josh.
" Ya, sudah lain kali saja." aku yang kemudian meninggalkan mereka.

Mereka tidak biasanya menolak ajakanku. Tapi aneh kali ini mereka menolak ajakanku. Apa mungkin ada sesuatu?.

Keesokan paginya aku sudah berada di kelas. Dan kali ini pelajaran Mrs. Emma. Mrs. Emma ingin mmbagi beberapa kelompok.
" Kelompok pertama adalah Liza Butterfield dan Luke Benward." ujar Mrs. Emma yang membuatku kaget setengah mati.
Aku berusaha tenang dan lalu tanpaku sadari aku menoleh ke arah Luke duduk. Dan beruntungnya kali ini ia mentapku dengan senyumnya, aku pun juga membalasnya dengan senyum.
Bel istirahat berbunyi, dan Luke menghampiriku.
"Liz, kapan kita membeli buku untuk alat presentasi?." tanya Luke.
"Bagaimana kalau nanti sore?". Saranku.
"Baiklah. Nanti sore aku akan menjemputmu di rumahmu." Luke yang kemudian meninggalkanku.
Setelah Luke meningglakanku, Josh dan Skandar datang menghampiriku.
"Hi, Liza. Apa yang kau lakukan dengan Luke?." tanya Josh kepadaku.
"Hanya menanyakan PR saja.." tipuku.
"Oh, baiklah. Aku harap kau tidak terlalu dekat dengan Luke." Terang Skandar.
Ya, Skandar tidak begitu suka dengan Luke. Karena Luke adalah saingan besarnya dalam klub basseball. Jadi Skandar jangan sampai tahu kalau aku suka dengan Luke. Karena dia akan marah besar.
"Ya.. Ya... Oh, ya. Apa yang sedang kalian laukan dikelasku?" aku yang berusaha mengalihkan pembicaraan.
" Mengunjungi sahabat kami yang paling manis." goda Josh.
" Haha" tawaku.
" Kau, nanti sore bisa pergi ke rumahku?." tanya Skandar.
" Maafkan aku. Aku tidak bisa pergi kerumahmu, hari ini aku harus menjaga Max dirumah. Kalian tahu kan ibuku hari ini pergi ke New York." aku yang berusaha menampakan wajah yang meyakinkan.
"Oke, baiklah." gumam Josh.
"Maafkan aku, ya?" gumamku.
"Ya, kali kau kumaafkan." Skandar sembari tersenyum.


Tiba pada pukul 05.00 P.M, Luke datang kerumahku dengan mobil ferari hitamnya. Tanpa banyak bicara aku segera masuk kedalam mobilnya. Ketika didalam mobil kami hnaya diam saja. Namun pada saat ditengah perjalanan, aku mendapatkan pesan dari Bill. Dan itu beisi foto Skandar dengan Josh yang sedang berpesta di acara pesta Sarah (musuh bebuyutanku).
"Pembohong!!!" batinku yang menggemgam hpku dengan keras.
Setibanya aku dan Luke di toko buku, kami segera mencari buku yang kami cari. Saat aku sedang berdiri ditengah rak buku, tiba - tiba saja Luke menarikku. Spontan aku kaget, aku kaget karena sekarang aku berada dipelukan Luke.
" Maafkan aku, tapi tadi ada trolli yang besar. Jadi refleks aku menarikmu." bisik Luke.
Tapi tak beberapa lama kemudian, datanglah Josh dan Skandar. Aku tak tahu mengapa mereka bisa ada disini. Dan sialnya kali ini mereka melihat aku berepelukan dengan Luke.
" Wau, kau memang hebat dalam menipu, Liza." gertak Skandar yang menatapku dengan sinis. Aku pun segera melepas pelukanku.
" Tapi, aku tidak ada hubungan sesuatu dengan Luke, kami hanya teman."aku yang berusaha meyakinkan Skandar dan Josh.
" Lalu mengapa kau menipu kami?. Katanya kau menjaga Max!" Josh yang terlihat kecewa.
" Tapi, Josh. Aku hanya takut kalau Skandar marah padaku." jelasku.
" Aku akan lebih marah jika kau berbohong pada kami, Liza!!!" sahut Skandar.
" Hentikan!!!!! Jangan salahkan aku saja, kalian sendiri juga berbohong padaku. Lusa kalian pergi ke pesta Sarah kan?" tanyaku dengan geram.
" Ehmm.. " gumam Skandar dan Josh.
" Sudahlah, sebaiknya sebelum kau memarahi aku, lebih baik kau mengaca terlebih dahulu." ujarku yang kemudian meningglakan Luke, Skandar dan Josh.
Setelah kejadian itu aku terus bermusuhan dengan Josh dan Skandar.
Begitupula dengan Luke, aku terus mendiamkan diri dengan dia. Walau pun
dia rajin menyapaku. Tapi aku bersikap dingin dengan Luke.
Tiba - tiba saja aku mendapat pesan dari Luke, pesanya adalah :
" Nanti setelah pulang sekolah temui aku di cafe sebrang sekolah."
Sepulangnya dari sekolah aku segera ke cafe seberang, disana aku melihat Luke, Skandar, dan Josh. Aku cukup enggan saja ketika melihat mereka. Saat aku duduk dikursi. Luke segera angkat bicara.
" Oke aku akan menjelaskan kesalah pahaman ini. Bill adalah perusak persahabatan kalian, buktinya Liza mendapat foto dari Bill. Josh dan Skandar juga disuruh ke toko buku. Terakhir Josh dan Skandar diminta Bill untuk pergi ke pesta Sarah, walapun mereka tidak ingin. Jadi sebernya Bill ingin merusak hubungan persahabatan kalian, agar dia bisa menggantikan posisi Josh dan Skandar sebagai teman dekat Liza. " terang Luke yang membuatku makin berfikir keras.
" Mungkin kau ada betulnya juga, Luke. " sela Skandar.
" Ya, betul sekali dugaan Luke. Mungkin kali ini kami harus minta maaf padamu Luke dan juga pada Liza.." sahut Josh.
" Maafkan aku juga ya.. " Skandar yang segera memeluk aku Josh.
" Maafkan aku juga.. " aku yang membalas pelukan Skandar.

Setelah kami berpelukan, aku segera menghampiri Luke.
" Apa yang dapat aku lakukan untuk ungkapan terimaksiku padamu?." tanyaku.
" Kau mau menjadi kekasihku?." tanya Luke dengan senyum manisnya.
" Ya, aku mau Luke.. " jawabku yang kemudian melirik Skandar dan Josh. Dan mereka hanya tersenyum kepadaku.

~Selesai~

Maaf kalo menurut kalian fanfic ane jelek..
tapi ane mau kasih foto pemeran di fanafic ane..




Skandar Keynes







Luke Benward





Josh Hutcherson

1 komentar: