Rabu, 16 Mei 2012

Asa Butterfield

Asa Butterfield

 Asa Maxwell Thornton F. Butterfield (born 1 April 1997) is an English actor, best known for starring in the Holocaust film The Boy in the Striped Pyjamas (2008), playing Norman in the 2010 film Nanny McPhee and the Big Bang, and taking the title role in Martin Scorsese's 2011 fantasy Hugo. He will also be portraying Ender Wiggin in the upcoming film adaptation of the science fiction novel Ender's Game by Orson Scott Card.

Life and career

Asa Butterfield was born in Islington, London, the son of Jacqueline Farr and Sam Butterfield.[4][5] He has an older brother, Morgan, who is a drummer for the English bands "Oats" and "Underneath the Tallest Tree," and a younger sister, Loxie. He says that he's just as happy reading a book as playing computer games and tries not to let his acting dominate his whole life.

Butterfield first started acting at the age of 7 on Friday afternoons after school at the Young Actors' Theatre, in his hometown. Later, he secured minor roles in the 2006 television drama After Thomas and the 2007 film Son of Rambow.[4][6] In 2008 he also had a guest role playing Donny in Ashes to Ashes.[7][8]

In that same year, he played the lead role in The Boy in the Striped Pyjamas. Director Mark Herman said that they came across Butterfield early on in the audition process. He was on the first audition tape he received and he was the third hopeful he met in person. Herman thought Butterfield's performance was outstanding, but only decided to cast him after auditioning hundreds of other boys, "so no stone was left unturned".[9]

Producer David Heyman and director Mark Herman were looking for someone who was able to portray the main character's innocence, so they asked each of the children what they knew about the Holocaust. Butterfield's knowledge was slim and it was purposely kept that way throughout filming so it would be easier for him to convey his character's innocence. The final scenes of the film were shot at the end of the production period to prepare both him and Jack Scanlon for the dramatic ending of the film.[10][11] He beat hundreds of boys to the role and also successfully passed the auditions for a role in Mr. Nobody for which he auditioned at the same time. He chose not to pursue the latter role.[6]

In the 2008 Merlin episode "The Beginning of the End", he plays a young druid boy sentenced to death by Uther Pendragon because he feels threatened by the boy's magic. Despite the Great Dragon's advice and the warning that Arthur cannot survive if the boy does, Merlin and Arthur, with the help of Morgana, help the boy escape to rejoin the Druids. When they are about to disappear into the forest, Arthur asks him for his name, which he says is Mordred,[12] an important character from the Arthurian legends who is supposed to kill King Arthur. Butterfield has appeared as Mordred in subsequent episodes.

In 2010, he appeared alongside Anthony Hopkins in The Wolfman.[13] He starred as Norman Green in Nanny McPhee and the Big Bang (2010), working together with Emma Thompson. The film received positive reviews along with his performance. He subsequently played the main character, Hugo Cabret, in Martin Scorsese's 3-D film Hugo, which was filmed from June 2010 to January 2011. It was released on 23 November 2011.

Awards

Butterfield was nominated in the category "Most Promising Newcomer" of the British Independent Film Awards,[14][15] but he was beaten by Dev Patel from Slumdog Millionaire.[16] He was also nominated for the NSPCC Award (Young British Performer of the Year) in the London Critics Circle Film Awards,[17][18] but he missed out on this award too. It was won by Thomas Turgoose for his roles in Eden Lake and Somers Town.[19] MTV Networks' NextMovie.com named him one of the 'Breakout Stars to Watch for in 2011'.[20] He was nominated for "Best Young Actor/Actress" for the CCMAS, and lost out to Thomas Horn.


This is Asa's photos :



                                                                  my favorite photo








 

source from Wikpedia...

contoh fanfic


 Ini salah satu contoh FanFic buatan ane :D
 
When you come

Langkah kakiku terus melangkah disepanjang trotoar. Smpai akhirnya mobil cameron hitam berhenti disebelahku.
"Hi, Liza" sapa Josh dari dalam mobilnya.
"Hi, Josh" sapaku kembali yang memalingkan pandanganku ke arah Josh.
"Kau butuh tumpangan?".
"Hemm.. Aku pikir ya." jawabku yang setelah itu masuk ke dalam mobil Josh.

Selama didalam mobil kami banyak melontarkan lelucon. Sampai akhirnya kami sampai disekolah kami. Ya... Seperti biasanya saat kami turun dari mobil, semua perempuan disekolah kami menatap kami dengan wajah aneh.
Ini semua karena Josh adalah pria yang dikagumi banyak perempuan, mungkin saja perempuan - perempuan itu iri denganku.
"Josh, liatlah ekspresi penggemarmu itu." bisiku ke Josh.
"Haha.. Aku rasa mereka iri padamu. Karena aku adalah pria tampan dan kau gadis biasa yang bisa dekat denganku." ejek Josh yang ingin membuatku makin mual dengan perkataanya.
"Haha.. Mungkin perkataanmu itu salah.. Oh ya, dimana Skandar?." tanyaku yang ingin memalingkan pembicraan.
"Aku tidak tahu. Aku dari tadi kan bersamamu.."jawabnya singkat.

Saat aku dan Josh sedang berjalan di lorong sekolah, tiba - tiba saja aku melihat pasangan kekasih yang sedang bertengkar. Dan aku tahu siapa mereka, mereka adalah Skandar dan Libby.
"Skandar, aku harap kau tak menyesal dengan keputusanmu!." teriak Libby dengan meneteskan air mata.
"Aku tidak akan pernah menyesal dengan keputusanku, Libby." jawab Skandar yang kemudian meninggalkan Libby.

Aku dan Josh pun segera mengejar Skandar yang terlihat tidak jauh dari kami.
"Skandar!!!" panggil kami
"Ya. Hi, Luke. Hi, Liza." jawab Skandar yang menoleh ke arah kami.
"Apa yang kau lakukan dengan Libby" tanyaku.
"Hanya, memutuskan hubungan dengan gadis aneh." jawab Skandar dengan wajah riang.
" Apa kau tadi lihat Libby saat menangis?." lanjut Skandar.
" Ya, aku rasa itu hanya air mata buaya Libby." jawab Josh dengan senyum liciknya.
" Kau memang benar, Josh." aku yang mendukung ungkapan Josh.

Beberapa hari setelah kejadian itu, Libby sering sekali sinis denganku.aku tahu alasanya mengapa dia seperti itu. Alasanya adalah karena dia sirik denganku ( Skandar jauh lebih dekat denganku daripada denganya, tapi kami tidak ada hubungan yang spesial. Kami hanyalah sahabat, dan perlu yang diketahui aku hanya suka dengan Luke Benward).
"Hai, Li..za.. " sapa lelaki itu dengan gugup. Dan dia adalah Bill, pria yang terkenal kutu buku di sekolah kami.
"Hai, Bill." jawabku dengan enggan.
"A..ku..." Billl yang kemudian berlari meninggalkanku dengan berlari cepat.
"Dasar bodoh!!" batinku.

Saat aku melanjutkan perjalanku, aku bertemu dengan Josh dan Skandar.
" Hi, Josh dan Hi, Skandar." sapaku.
" Hi, Liza." sapa mereka.
" Nanti jadi ke bioskop, kan" tanyaku dengan penuh harapan.
" Maafkan kami, Liza. Tapi kali ini kami harus kerja kelompok. Kau tahu kan dikelas kami ada pengamatan pada binatang melata." jawab Skandar.
" Lalu?."
" Kami tidak bisa menonton bioskop bersamamu. Kami harus kerja kelompok". Sahut Josh.
" Ya, sudah lain kali saja." aku yang kemudian meninggalkan mereka.

Mereka tidak biasanya menolak ajakanku. Tapi aneh kali ini mereka menolak ajakanku. Apa mungkin ada sesuatu?.

Keesokan paginya aku sudah berada di kelas. Dan kali ini pelajaran Mrs. Emma. Mrs. Emma ingin mmbagi beberapa kelompok.
" Kelompok pertama adalah Liza Butterfield dan Luke Benward." ujar Mrs. Emma yang membuatku kaget setengah mati.
Aku berusaha tenang dan lalu tanpaku sadari aku menoleh ke arah Luke duduk. Dan beruntungnya kali ini ia mentapku dengan senyumnya, aku pun juga membalasnya dengan senyum.
Bel istirahat berbunyi, dan Luke menghampiriku.
"Liz, kapan kita membeli buku untuk alat presentasi?." tanya Luke.
"Bagaimana kalau nanti sore?". Saranku.
"Baiklah. Nanti sore aku akan menjemputmu di rumahmu." Luke yang kemudian meninggalkanku.
Setelah Luke meningglakanku, Josh dan Skandar datang menghampiriku.
"Hi, Liza. Apa yang kau lakukan dengan Luke?." tanya Josh kepadaku.
"Hanya menanyakan PR saja.." tipuku.
"Oh, baiklah. Aku harap kau tidak terlalu dekat dengan Luke." Terang Skandar.
Ya, Skandar tidak begitu suka dengan Luke. Karena Luke adalah saingan besarnya dalam klub basseball. Jadi Skandar jangan sampai tahu kalau aku suka dengan Luke. Karena dia akan marah besar.
"Ya.. Ya... Oh, ya. Apa yang sedang kalian laukan dikelasku?" aku yang berusaha mengalihkan pembicaraan.
" Mengunjungi sahabat kami yang paling manis." goda Josh.
" Haha" tawaku.
" Kau, nanti sore bisa pergi ke rumahku?." tanya Skandar.
" Maafkan aku. Aku tidak bisa pergi kerumahmu, hari ini aku harus menjaga Max dirumah. Kalian tahu kan ibuku hari ini pergi ke New York." aku yang berusaha menampakan wajah yang meyakinkan.
"Oke, baiklah." gumam Josh.
"Maafkan aku, ya?" gumamku.
"Ya, kali kau kumaafkan." Skandar sembari tersenyum.


Tiba pada pukul 05.00 P.M, Luke datang kerumahku dengan mobil ferari hitamnya. Tanpa banyak bicara aku segera masuk kedalam mobilnya. Ketika didalam mobil kami hnaya diam saja. Namun pada saat ditengah perjalanan, aku mendapatkan pesan dari Bill. Dan itu beisi foto Skandar dengan Josh yang sedang berpesta di acara pesta Sarah (musuh bebuyutanku).
"Pembohong!!!" batinku yang menggemgam hpku dengan keras.
Setibanya aku dan Luke di toko buku, kami segera mencari buku yang kami cari. Saat aku sedang berdiri ditengah rak buku, tiba - tiba saja Luke menarikku. Spontan aku kaget, aku kaget karena sekarang aku berada dipelukan Luke.
" Maafkan aku, tapi tadi ada trolli yang besar. Jadi refleks aku menarikmu." bisik Luke.
Tapi tak beberapa lama kemudian, datanglah Josh dan Skandar. Aku tak tahu mengapa mereka bisa ada disini. Dan sialnya kali ini mereka melihat aku berepelukan dengan Luke.
" Wau, kau memang hebat dalam menipu, Liza." gertak Skandar yang menatapku dengan sinis. Aku pun segera melepas pelukanku.
" Tapi, aku tidak ada hubungan sesuatu dengan Luke, kami hanya teman."aku yang berusaha meyakinkan Skandar dan Josh.
" Lalu mengapa kau menipu kami?. Katanya kau menjaga Max!" Josh yang terlihat kecewa.
" Tapi, Josh. Aku hanya takut kalau Skandar marah padaku." jelasku.
" Aku akan lebih marah jika kau berbohong pada kami, Liza!!!" sahut Skandar.
" Hentikan!!!!! Jangan salahkan aku saja, kalian sendiri juga berbohong padaku. Lusa kalian pergi ke pesta Sarah kan?" tanyaku dengan geram.
" Ehmm.. " gumam Skandar dan Josh.
" Sudahlah, sebaiknya sebelum kau memarahi aku, lebih baik kau mengaca terlebih dahulu." ujarku yang kemudian meningglakan Luke, Skandar dan Josh.
Setelah kejadian itu aku terus bermusuhan dengan Josh dan Skandar.
Begitupula dengan Luke, aku terus mendiamkan diri dengan dia. Walau pun
dia rajin menyapaku. Tapi aku bersikap dingin dengan Luke.
Tiba - tiba saja aku mendapat pesan dari Luke, pesanya adalah :
" Nanti setelah pulang sekolah temui aku di cafe sebrang sekolah."
Sepulangnya dari sekolah aku segera ke cafe seberang, disana aku melihat Luke, Skandar, dan Josh. Aku cukup enggan saja ketika melihat mereka. Saat aku duduk dikursi. Luke segera angkat bicara.
" Oke aku akan menjelaskan kesalah pahaman ini. Bill adalah perusak persahabatan kalian, buktinya Liza mendapat foto dari Bill. Josh dan Skandar juga disuruh ke toko buku. Terakhir Josh dan Skandar diminta Bill untuk pergi ke pesta Sarah, walapun mereka tidak ingin. Jadi sebernya Bill ingin merusak hubungan persahabatan kalian, agar dia bisa menggantikan posisi Josh dan Skandar sebagai teman dekat Liza. " terang Luke yang membuatku makin berfikir keras.
" Mungkin kau ada betulnya juga, Luke. " sela Skandar.
" Ya, betul sekali dugaan Luke. Mungkin kali ini kami harus minta maaf padamu Luke dan juga pada Liza.." sahut Josh.
" Maafkan aku juga ya.. " Skandar yang segera memeluk aku Josh.
" Maafkan aku juga.. " aku yang membalas pelukan Skandar.

Setelah kami berpelukan, aku segera menghampiri Luke.
" Apa yang dapat aku lakukan untuk ungkapan terimaksiku padamu?." tanyaku.
" Kau mau menjadi kekasihku?." tanya Luke dengan senyum manisnya.
" Ya, aku mau Luke.. " jawabku yang kemudian melirik Skandar dan Josh. Dan mereka hanya tersenyum kepadaku.

~Selesai~

Maaf kalo menurut kalian fanfic ane jelek..
tapi ane mau kasih foto pemeran di fanafic ane..




Skandar Keynes







Luke Benward





Josh Hutcherson

Kamis, 17 November 2011

Adele

Adele

          Mungkin sebagian masyarakat Indonesia gak kenal dengan namanya Adele. Tapi siapa sangkah Adele ini adalah Penyanyi terbaik di Eropa. Ini nih.. biodatanya :



Biodata :

Adele Laurie Blue Adkins atau dikenal sebagai Adele (lahir 5 Mei 1988 di Tottenham,London) adalah penyanyi jazz dan soul serta penulis lagu dari Inggris yang memiliki suara kontralto. Sejak album debutnya, 19, Adele telah menerima banyak pengakuan baik secara komersial dan kritis. Album tersebut memulai debutnya di nomor satu dan telah disertifikasi 4x platinum di Inggris. Pada Grammy Awards tahun 2009, Adele memenangkan penghargaan untuk Pendatang Baru Terbaik dan Penampilan Vokal Pop Terbaik.[3][4]
Adele merilis album keduanya, 21 pada tanggal 24 Januari 2011 di Inggris dan 22 Februari diAmerika Serikat.[5][6] Album ini sukses baik secara kritis dan komersial,[7] menjual 208.000 kopi dalam minggu pertama di Inggris dan memulai debutnya pada nomor satu di UK Singles Chart, posisi tersebut berhasil bertahan selama enam belas minggu.[8] Di Inggris, 21 telah disertifikasi 10x Platinum untuk penjualan sebesar 3 juta unit.[9] Album ini memulai debutnya di nomor satuBillboard 200 di Amerika Serikat, menjual 352.000 kopi dalam minggu pertama.[6][10] Album ini berada di nomor satu di tangga lagu 17 negara Eropa dan Amerika Serikat.[11]
Setelah tampil di BRIT Awards, lagu "Someone Like You" mencapai nomor satu di Inggris, sementara album juga menetap di nomor satu. "Someone Like You" memegang posisi nomor satu selama empat minggu berturut-turut.[12][13] Lagu ini juga telah menghabiskan 2 minggu di nomor satu tangga lagu Selandia Baru[14] dan 5 minggu di nomor satu tangga lagu Australia.[15]Official Charts Company mengumumkan bahwa Adele adalah artis hidup pertama yang mencapai prestasi atas lima hits baik di Official Singles Chart dan Official Albums Chart secara bersamaan sejak The Beatles pada 1964.[12][13][16] 21 telah menghabiskan sebelas minggu berturut-turut pada nomor satu di Inggris, terlama dari yang pernah ada oleh artis solo wanita pada UK Albums Chart, melebihi Madonna yang menetap selama sembilan minggu di nomor satu pada tahun 1990 dengan kompilasi hitsnya, The Immaculate Collection.[17] Di Amerika Serikat, album ini telah menghabiskan total sebelas minggu di puncak Billboard 200.[18] Album ini juga memecahkan rekor untuk unduh digital paling laris di Inggris.[19] Pada Mei 2011, penyanyi ini senilai £6 juta, mengikatnya dengan Lily Allen dan Duffy untuk tempat ke-9 pada daftar bintang musik terkaya Inggris dan Irlandia di bawah usia 30.[20]

Kehidupan Awal :

Adele Laurie Blue Adkins lahir di Tottenham, London, Inggris, dari seorang ibu remaja tunggal pada 5 Mei 1988.[21][22] Dia mulai menyanyi pada usia empat tahun dan menegaskan bahwa dia sangat terobsesi dengan suara.[23][24] Adele telah mengutip Spice Girls sebagai pengaruh utama dalam hal cinta dan gairahnya dalam bermusik, menyatakan bahwa "mereka yang membuat saya seperti sekarang ini."[25]
Pada usia 11, Adele dan ibunya pindah ke West Norwood, London Selatan.[26] West Norwood adalah topik untuk rekaman pertama Adele, "Hometown Glory" yang ditulis ketika usia 16.[27] Setelah pindah ke London Selatan, ia menjadi tertarik dengan penyanyi R&B sepertiAaliyahDestiny's Child dan Mary J. Blige.[28]

Karier :

2006-08: Awal karir


Adele lulus dari Brit School di Croydon pada Mei 2006[29][30] yang saat itu sekelas dengan Leona Lewisdan Jessie J.[31][32] Di sekolah, dia lebih tertarik dengan A&R dan berharap untuk meluncurkan karir orang lain.[31] Empat bulan kemudian, Adele menerbitkan dua lagu pada edisi keempat seni onlinePlatformsMagazine.com.[33] Dia telah merekam tiga demo lagu untuk proyek kelasnya dan memberikannya kepada seorang teman[31] yang memosting ke halaman Myspace. Lagu ini menjadi sangat sukses dan Adele mendapat panggilan dari label musik XL Recordings.[32] Dia meragukan jika tawaran tersebut sungguh-sungguh karena perusahaan rekaman yang dia ketahui hanyalah Virgin Records, lalu dia membawa temannya saat pertemuan rapat.[32][34] Kemudian Adele menandatangani kontrak dengan XL pada bulan September 2006.[35] Lagu terobosan Adele, "Hometown Glory" dirilis pada Oktober 2007.[35]

2008-10: 19 dan keberhasilan komersial



19 memasuki nomor satu tangga lagu Inggris. Dia merilis singel kedua "Chasing Pavements" pada 14 Januari 2008, dua minggu menjelang album debutnya, 19. Lagu ini mencapai nomor dua di tangga lagu Inggris dan menetap disana selama empat minggu.[36] Pada bulan Maret 2008, Adele menandatangani kesepakatan dengan Columbia Records dan XL Recordings untuk menggebrak Amerika Serikat.[37] Dia memulai tur singkat di Amerika Utara pada bulan yang sama.[37] Tur dunia An Evening with Adele dimulai pada Mei 2008 dan berakhir pada Juni 2009. Dia kemudian membatalkan tur AS tahun 2008 karena kencannya dengan mantan pacar. Dia mengatakan di majalah Nylon pada Juni 2009, "Saya minum terlalu banyak dan itu merupakan dasar hubungan saya dengan pria ini, saya tidak tahan tanpanya.. Jadi saya seperti, baiklah, oke, Saya akan membatalkan tur saya kemudian... Saya tidak percaya saya melakukan itu ... Tampak seperti tak tahu terima kasih". Pada November 2008 Adele pindah ke Notting Hill setelah meninggalkan rumah ibunya, sebuah langkah yang mendorongnya untuk berhenti minum.[38] 19 dirilis di Amerika Serikat pada bulan Juni,[39][40] tetapi sampai Oktober 2008, tampak jelas upaya Adele untuk untuk mendobrak Amerika telah gagal.[41][42] Adele akan menjadi tamu pada episode tanggal 18 Oktober dari Saturday Night Live (SNL). Program ini memperoleh peringkat terbaik dalam 14 tahun dengan 17 juta pemirsa. Adele menampilkan "Chasing Pavements" dan "Cold Shoulder"[43] dan pada hari berikutnya, 19 langsung menduduki puncak tangga lagu iTunes dan peringkat lima diAmazon.com sementara "Chasing Pavements" naik ke 25 besar.[44] Album ini mencapai nomor 11 di Billboard 200, melompat 35 tempat dari minggu sebelumnya.[45] Album ini bersertifikasi Emas pada Februari 2009 oleh RIAA.[46] Pada bulan Juli 2009, album ini telah terjual 2,2 juta kopi di seluruh dunia.[47]
Pada Grammy Awards ke-51 tahun 2009, Adele memenangkan penghargaan dalam kategori Pendatang Baru Terbaik dan Penampilan Vokal Pop Wanita Terbaik.[3][48] Dia juga dinominasikan dalam kategori Rekaman Terbaik Tahun Ini dan Lagu Terbaik Tahun Ini.[49] Adele juga dinominasikan untuk tiga Brit Awards dalam kategori Best British Female, Best British Breakthrough Act dan Best British Single.[50]
Pada tahun 2010, Adele menerima nominasi Grammy untuk Penampilan Vokal Pop Wanita Terbaik atas "Hometown Glory".[51] Pada bulan April lagu "My Same" memasuki German Singles Chart setelah dinyanyikan oleh Lena Meyer-Landrut di ajang bakat kontes Unser Star für Oslo (Bintang Kami untuk Oslo) saat kontestan Jerman di Kontes Lagu Eurovision 2010 telah ditentukan. Pada akhir September, setelah tampil di The X Factor, "Make You Feel My Love" Bob Dylan versi Adele kembali memasuki nomor 4 UK Singles Chart.

[sunting]2010-sekarang: 21 dan pemecahan rekor

Adele merilis album studio keduanya, 21, pada tanggal 24 Januari 2011 di Inggris dan 22 Februari di Amerika Serikat.[6][52] Suara album digambarkan sebagai musik klasik, kontemporer dan country. Pemilihan judul mencerminkan pertumbuhan yang telah dialaminya dalam dua tahun terakhir.[52] 21 menjadi hit nomor 1 di 18 negara, termasuk Amerika Serikat.[53] Pada Juni 2011, Adele telah menjual 2,5 juta eksemplar dan 992.000 kopi digital di Amerika Serikat, menjadikannya sebagai album dengan penjualan terbaik di dua kategori rersebut pada paruh pertama tahun 2011.[54] Singel pertama, "Rolling in the Deep" mencapai nomor 1 di 8 negara termasuk Billboard Hot 100.[7][55] Lagu ini telah terjual 4,5 juta kopi digital di Amerika Serikat saja.[54]
Di Inggris, album juga menduduki posisi teratasdengan menjual 208.000 kopi dalam minggu pertama menjadikannya penjualan terlaris dalam lima tahun. Pada pertengahan Februari 2011, setelah penampilan di Brit Awards, lagu "Someone Like You" langsung memuncak di nomor 1UK Singles Chart, sementara album 21 juga menetap di nomor 1. Menurut Official Charts Company, Adele adalah artis hidup pertama yang mencapai prestasi atas lima hits baik di Official Singles Chart dan Official Albums Chart secara bersamaan sejak The Beatles pada tahun 1964.[56][57] Album ini menghabiskan sebelas minggu berturut-turut di nomor satu, sebelum terlempar dari tempat teratas oleh Wasting Lightmilik Foo Fighters.[58] Minggu berikutnya, meskipun Adele kembali menempati dan memegang nomor satu selama lima minggu berturut-turut.[59] Pada bulan Juli, singel "Someone Like You" menjadi lagu pertama yang menjual lebih dari satu juta kopi di Inggris dalam dekade ini.[60]
Untuk mempromosikan album ini, Adele memulai tur Adele Live. Pada Agustus 2011, dalam edisi majalah Q, Adele mengungkapkan bahwa dia telah menulis tujuh lagu untuk album berikutnya dan berjanji akan lebih intim dari dua album sebelumnya. "Saya ingin (album) ini terdengar cukup akustik dan didominasi piano. Ini akan menjadi sebuah produksi besar,” katanya seperti dilansir Guardian.co.uk. Adele lalu menambahkan, ia akan meninggalkan warna R&B dan mulai menyelidiki musik country yang ia temukan saat melakukan lawatan Amerika Serikat.[61] Adele mengenang ketika seorang sopir bus memperkenalkan musik country pertama kali kepadanya sewaktu ia melakukan lawatan ke Amerika Serikat untuk album pertamanya, 19 (2008). “Dia memperkenalkan saya semua musik country, blues, gospel dan bluegrass dan saya secara konstan bertanya, ‘Siapa ini? Dari mana ini?’” kisahnya.


Karya seni

Suara Adele digambarkan sebagai kontralto.[62] Awalnya, para kritikus menyatakan bahwa vokalnya lebih berkembang dan menarik daripada keterampilan menulis lagu, dan Adele setuju dengannya.[63] Album pertama Adele mengambil genre soul dengan lirik yang menggambarkan patah hati dan hubungan.[39] Keberhasilannya terjadi bersamaan dengan beberapa penyanyi soul perempuan dari Inggris lainnya, dengan pers Inggris menjulukinya sebagai Amy Winehouse yang baru.[31] Hal ini digambarkan sebagai Invasi Musik Inggris ketiga di Amerika Serikat.[32] Namun, Adele menyebut perbandingan antara dirinya dan penyanyi soul perempuan lainnya, memberitahu "kita adalah satu gender, bukan satu genre".[39][41][64] Pada awal 2009, pendengar dan kritikus mulai menggambarkan Adele sebagai seorang yang unik.Allmusic menulis bahwa "Adele terlalu ajaib untuk membandingkannya dengan siapa pun."[27] Beyonce Knowles, penyanyi Amerika, mengutip Adele sebagai salah satu pengaruh untuk album keempatnya,

Lagu yang paling saya suka dari Karya Adele adalah :

Chasing Pavements

Someone Like You


Rolling In The Deep

Make you feel my love

oke maaf.. ya kalo ada salah tulis...
 Thanks...
God Bless we...


saran dan kritik dibutuhkan...