Ini salah satu contoh FanFic buatan ane :D
When you come
Langkah kakiku terus
melangkah disepanjang trotoar. Smpai akhirnya mobil cameron hitam berhenti
disebelahku.
"Hi, Liza" sapa
Josh dari dalam mobilnya.
"Hi, Josh" sapaku
kembali yang memalingkan pandanganku ke arah Josh.
"Kau butuh
tumpangan?".
"Hemm.. Aku pikir
ya." jawabku yang setelah itu masuk ke dalam mobil Josh.
Selama didalam mobil kami
banyak melontarkan lelucon. Sampai akhirnya kami sampai disekolah kami. Ya...
Seperti biasanya saat kami turun dari mobil, semua perempuan disekolah kami
menatap kami dengan wajah aneh.
Ini semua karena Josh adalah pria yang dikagumi banyak perempuan,
mungkin saja perempuan - perempuan itu iri denganku.
"Josh, liatlah ekspresi
penggemarmu itu." bisiku ke Josh.
"Haha.. Aku rasa mereka
iri padamu. Karena aku adalah pria tampan dan kau gadis biasa yang bisa dekat
denganku." ejek Josh yang ingin membuatku makin mual dengan perkataanya.
"Haha.. Mungkin
perkataanmu itu salah.. Oh ya, dimana Skandar?." tanyaku yang ingin
memalingkan pembicraan.
"Aku tidak tahu. Aku
dari tadi kan bersamamu.."jawabnya singkat.
Saat aku dan Josh sedang berjalan di lorong sekolah, tiba - tiba saja
aku melihat pasangan kekasih yang sedang bertengkar. Dan aku tahu siapa mereka,
mereka adalah Skandar dan Libby.
"Skandar, aku harap kau
tak menyesal dengan keputusanmu!." teriak Libby dengan meneteskan air
mata.
"Aku tidak akan pernah
menyesal dengan keputusanku, Libby." jawab Skandar yang kemudian
meninggalkan Libby.
Aku dan Josh pun segera mengejar Skandar yang terlihat tidak jauh dari
kami.
"Skandar!!!"
panggil kami
"Ya. Hi, Luke. Hi,
Liza." jawab Skandar yang menoleh ke arah kami.
"Apa yang kau lakukan
dengan Libby" tanyaku.
"Hanya, memutuskan
hubungan dengan gadis aneh." jawab Skandar dengan wajah riang.
" Apa kau tadi lihat
Libby saat menangis?." lanjut Skandar.
" Ya, aku rasa itu
hanya air mata buaya Libby." jawab Josh dengan senyum liciknya.
" Kau memang benar,
Josh." aku yang mendukung ungkapan Josh.
Beberapa hari
setelah kejadian itu, Libby sering sekali sinis denganku.aku tahu alasanya
mengapa dia seperti itu. Alasanya adalah karena dia sirik denganku ( Skandar
jauh lebih dekat denganku daripada denganya, tapi kami tidak ada hubungan yang
spesial. Kami hanyalah sahabat, dan perlu yang diketahui aku hanya suka dengan
Luke Benward).
"Hai, Li..za..
" sapa lelaki itu dengan gugup. Dan dia adalah Bill, pria yang terkenal
kutu buku di sekolah kami.
"Hai,
Bill." jawabku dengan enggan.
"A..ku..."
Billl yang kemudian berlari meninggalkanku dengan berlari cepat.
"Dasar
bodoh!!" batinku.
Saat aku melanjutkan perjalanku, aku bertemu dengan Josh dan Skandar.
" Hi, Josh
dan Hi, Skandar." sapaku.
" Hi,
Liza." sapa mereka.
" Nanti jadi
ke bioskop, kan" tanyaku dengan penuh harapan.
" Maafkan
kami, Liza. Tapi kali ini kami harus kerja kelompok. Kau tahu kan dikelas kami
ada pengamatan pada binatang melata." jawab Skandar.
"
Lalu?."
" Kami tidak
bisa menonton bioskop bersamamu. Kami harus kerja kelompok". Sahut Josh.
" Ya, sudah
lain kali saja." aku yang kemudian meninggalkan mereka.
Mereka tidak biasanya menolak ajakanku. Tapi aneh kali ini mereka
menolak ajakanku. Apa mungkin ada sesuatu?.
Keesokan paginya aku sudah
berada di kelas. Dan kali ini pelajaran Mrs. Emma. Mrs. Emma ingin mmbagi
beberapa kelompok.
" Kelompok pertama
adalah Liza Butterfield dan Luke Benward." ujar Mrs. Emma yang membuatku
kaget setengah mati.
Aku berusaha tenang dan lalu tanpaku sadari aku menoleh ke arah Luke
duduk. Dan beruntungnya kali ini ia mentapku dengan senyumnya, aku pun juga
membalasnya dengan senyum.
Bel istirahat berbunyi, dan Luke menghampiriku.
"Liz, kapan kita
membeli buku untuk alat presentasi?." tanya Luke.
"Bagaimana kalau nanti
sore?". Saranku.
"Baiklah. Nanti sore
aku akan menjemputmu di rumahmu." Luke yang kemudian meninggalkanku.
Setelah Luke meningglakanku, Josh dan Skandar datang menghampiriku.
"Hi, Liza. Apa yang kau
lakukan dengan Luke?." tanya Josh kepadaku.
"Hanya menanyakan PR
saja.." tipuku.
"Oh, baiklah. Aku harap
kau tidak terlalu dekat dengan Luke." Terang Skandar.
Ya, Skandar tidak begitu
suka dengan Luke. Karena Luke adalah saingan besarnya dalam klub basseball.
Jadi Skandar jangan sampai tahu kalau aku suka dengan Luke. Karena dia akan
marah besar.
"Ya.. Ya... Oh, ya. Apa
yang sedang kalian laukan dikelasku?" aku yang berusaha mengalihkan
pembicaraan.
" Mengunjungi sahabat
kami yang paling manis." goda Josh.
" Haha" tawaku.
" Kau, nanti sore bisa
pergi ke rumahku?." tanya Skandar.
" Maafkan aku. Aku
tidak bisa pergi kerumahmu, hari ini aku harus menjaga Max dirumah. Kalian tahu
kan ibuku hari ini pergi ke New York." aku yang berusaha menampakan wajah
yang meyakinkan.
"Oke, baiklah."
gumam Josh.
"Maafkan aku, ya?"
gumamku.
"Ya, kali kau
kumaafkan." Skandar sembari tersenyum.
Tiba pada pukul 05.00 P.M,
Luke datang kerumahku dengan mobil ferari hitamnya. Tanpa banyak bicara aku
segera masuk kedalam mobilnya. Ketika didalam mobil kami hnaya diam saja. Namun
pada saat ditengah perjalanan, aku mendapatkan pesan dari Bill. Dan itu beisi
foto Skandar dengan Josh yang sedang berpesta di acara pesta Sarah (musuh
bebuyutanku).
"Pembohong!!!"
batinku yang menggemgam hpku dengan keras.
Setibanya aku dan Luke di toko buku, kami segera mencari buku yang kami
cari. Saat aku sedang berdiri ditengah rak buku, tiba - tiba saja Luke
menarikku. Spontan aku kaget, aku kaget karena sekarang aku berada dipelukan
Luke.
" Maafkan aku, tapi
tadi ada trolli yang besar. Jadi refleks aku menarikmu." bisik Luke.
Tapi tak beberapa lama kemudian, datanglah Josh dan Skandar. Aku tak
tahu mengapa mereka bisa ada disini. Dan sialnya kali ini mereka melihat aku
berepelukan dengan Luke.
" Wau, kau memang hebat
dalam menipu, Liza." gertak Skandar yang menatapku dengan sinis. Aku pun
segera melepas pelukanku.
" Tapi, aku tidak ada
hubungan sesuatu dengan Luke, kami hanya teman."aku yang berusaha
meyakinkan Skandar dan Josh.
" Lalu mengapa kau
menipu kami?. Katanya kau menjaga Max!" Josh yang terlihat kecewa.
" Tapi, Josh. Aku hanya
takut kalau Skandar marah padaku." jelasku.
" Aku akan lebih marah
jika kau berbohong pada kami, Liza!!!" sahut Skandar.
" Hentikan!!!!! Jangan
salahkan aku saja, kalian sendiri juga berbohong padaku. Lusa kalian pergi ke
pesta Sarah kan?" tanyaku dengan geram.
" Ehmm.. " gumam
Skandar dan Josh.
" Sudahlah, sebaiknya
sebelum kau memarahi aku, lebih baik kau mengaca terlebih dahulu." ujarku
yang kemudian meningglakan Luke, Skandar dan Josh.
Setelah kejadian
itu aku terus bermusuhan dengan Josh dan Skandar.
Begitupula dengan
Luke, aku terus mendiamkan diri dengan dia. Walau pun
dia rajin menyapaku. Tapi aku bersikap dingin dengan Luke.
Tiba - tiba saja aku mendapat pesan dari Luke, pesanya adalah :
" Nanti setelah pulang
sekolah temui aku di cafe sebrang sekolah."
Sepulangnya dari sekolah aku segera ke cafe seberang, disana aku
melihat Luke, Skandar, dan Josh. Aku cukup enggan saja ketika melihat mereka.
Saat aku duduk dikursi. Luke segera angkat bicara.
" Oke aku akan
menjelaskan kesalah pahaman ini. Bill adalah perusak persahabatan kalian,
buktinya Liza mendapat foto dari Bill. Josh dan Skandar juga disuruh ke toko
buku. Terakhir Josh dan Skandar diminta Bill untuk pergi ke pesta Sarah,
walapun mereka tidak ingin. Jadi sebernya Bill ingin merusak hubungan
persahabatan kalian, agar dia bisa menggantikan posisi Josh dan Skandar sebagai
teman dekat Liza. " terang Luke yang membuatku makin berfikir keras.
" Mungkin kau ada
betulnya juga, Luke. " sela Skandar.
" Ya, betul sekali
dugaan Luke. Mungkin kali ini kami harus minta maaf padamu Luke dan juga pada
Liza.." sahut Josh.
" Maafkan aku juga ya..
" Skandar yang segera memeluk aku Josh.
" Maafkan aku juga..
" aku yang membalas pelukan Skandar.
Setelah kami berpelukan, aku segera menghampiri Luke.
" Apa yang dapat aku
lakukan untuk ungkapan terimaksiku padamu?." tanyaku.
" Kau mau menjadi
kekasihku?." tanya Luke dengan senyum manisnya.
" Ya, aku mau Luke..
" jawabku yang kemudian melirik Skandar dan Josh. Dan mereka hanya
tersenyum kepadaku.
~Selesai~
Maaf kalo menurut kalian fanfic ane jelek..
tapi ane mau kasih foto pemeran di fanafic ane..
Skandar Keynes
Luke Benward
Josh Hutcherson